Rasionalitas Hakim dalam Pemidanaan Penyalahgunaan Narkotika: Perspektif Maqāṣid al-Syarī'ah  (Studi Putusan Nomor 433/PID.SUS/2024/PT BNA)

Main Article Content

Sigit Pranomo Ginting

Abstract

Drug abuse cases in Indonesia pose a dilemma between the criminal and rehabilitation approaches. This study describes the judge's legal considerations in the Banda Aceh High Court Decision Number 433/Pid.Sus/2024/PT ​​BNA and reviews them based on the concept of Hifẓ al-'Aql in Maqāṣid al-Syarī'ah. The study uses a normative legal method with a statutory approach and case studies. The results show that the appellate court still found the defendant guilty based on Article 127 paragraph (1) letter a of Law Number 35 of 2009, increased the prison sentence, and canceled rehabilitation because the defendant was deemed to have helped obtain narcotics and was not supported by the recommendations of the Integrated Assessment Team. From the perspective of Hifẓ al-'Aql, the decision reflects an effort to protect society from the impact of narcotics, but has not fully accommodated the goal of rehabilitating the perpetrator. This study contributes to a better understanding of the fact that the imposition of criminal penalties on drug abusers cannot be based solely on a legal-positivist approach, but must also take into account the teleological dimensions of religious law.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Rasionalitas Hakim dalam Pemidanaan Penyalahgunaan Narkotika: Perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah  (Studi Putusan Nomor 433/PID.SUS/2024/PT BNA). (2026). AFHAMUNA: Journal of Islamic Thought, 1(3), 265-278. https://doi.org/10.66928/afhamuna.v1i3.93

References

Arief, Barda Nawawi. 2010. Kebijakan Legislatif dalam Penanggulangan Kejahatan dengan Pidana Penjara. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Arief, Barda Nawawi. 2011. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Bentham, Jeremy. 1907. An Introduction to the Principles of Morals and Legislation. Oxford: Clarendon Press.

Fauzan, A., Sampurno, S., Ashri, M., & Paserangi, H. (2019). Children and the Criminal Law: Legal Perspective as A Tool of Social Engineering. Hasanuddin Law Review, 5(3), 362–373. https://doi.org/10.20956/halrev.v5i3.1901

Fauzi, Ahmad & Riki Syahputra (2025). Restorasi Pemikiran Maqasid Al-Syariah dalam Kebijakan Kriminalisasi Narkotika. Jurnal Hukum Islam Kontemporer, 13(1), 35-49.

Giri, M. W., & Wisanjaya, I. G. P. E. (2024). Criminal Law Policy Against the Qualification of Addicts and Victims of Narcotics Abuse in a Restorative Justice Perspective. Udayana Master Law Journal, 13(1), 88-102. https://doi.org/10.24843/JMHU.2024.v13.i01.p07

Hamzah, Andi (2014). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Harahap, M. Yahya (2010). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali. Jakarta: Sinar Grafika.

Hidayat, Syarif (2024). Sosiologi Hukum di Serambi Mekkah: Antara Hukum Progresif dan Ketertiban Hukum Wilayah. Jurnal Dinamika Peradilan, 8(2), 205-220.

Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143. Jakarta.

Mahkamah Agung RI. 2010. Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Korban Penyalahgunaan Narkotika di Dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Jakarta.

Marzuki, Peter Mahmud. 2005. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Muladi. 1992. Lembaga Pidana Bersyarat. Bandung: Alumni.

Najah, S., & Munir, A. (2024). Actualization of Maqasid Al-Syariah in the Decriminalization Policy of Narcotics Victims in Indonesia. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 24(2), 185-204. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v24i2.185-204

Nasution, Harun (2024). Rekonstruksi Sanksi Ta'zir dalam Hukum Pidana Islam Kontemporer: Antara Pembalasan dan Pemulihan Kemaslahatan. Jurnal Kajian Islam dan Syariah, 11(2), 110-125.

Pengadilan Negeri Banda Aceh (2024). Putusan Nomor 121/Pid.Sus/2024/PN Bna. Banda Aceh.

Pengadilan Tinggi Banda Aceh (2024). Putusan Nomor 433/PID.SUS/2024/PT BNA. Banda Aceh.

Pratama, Aditya (2024). Menakar Nilai Deterrence Effect dalam Disparitas Putusan Banding Perkara Zat Adiktif. Jurnal Hukum Pidana Indonesia, 19(1), 50-65.

Pratama, Andi & Eko Wijaya (2023). Disparitas Penegakan Hukum terhadap Pengguna Narkotika. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 17(2), 105-118.

Pratama, R., & Widowaty, Y (2023). Progressive Law Enforcement Against Narcotics Abusers Through Rehabilitation Institutions. Jurnal Hukum Media Bhakti, 7(2), 145-158. https://doi.org/10.32501/jhmb.v7i2.194

Qardhawi, Yusuf (2003). Halal dan Haram dalam Islam. Terjemahan Mu'ammal Hamidy. Surabaya: Bina Ilmu.

Rahardjo, Satjipto (2010). Penegakan Hukum Progresif. Jakarta: Kompas.

Raharjo, Tri (2022). Rehabilitasi Hukum Pidana dan Aktualisasi Maqasid al-Syariah. Jurnal Hukum Islam Kontemporer, 10(1), 70-85.

Ramadhan, Fajar (2023). Dilema Prosedural Tim Asesmen Terpadu: Kritik Atas Hilangnya Hak Rehabilitasi Korban Narkotika. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 17(3), 85-99.

Sanjaya, Hendra & Rizki Fitriani (2022). Anatomi Yuridis Kualifikasi Pasal Penguasaan vs Penyalahgunaan dalam UU Narkotika. Jurnal Keadilan Yuridis, 6(2), 175-190.

Soekanto, Soerjono and Sri Mamudji (2001). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sudarsono, Budi (2021). Kritik Atas Penerapan Pasal Penjara Bagi Korban Narkotika. Jurnal Keadilan Yuridis, 5(3), 40-52.

Sudarto (1981). Hukum dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni.

Widiasyam, S., Haris, O., & Abdullah, S. A (2020). Criminal Law Study on Narcotics Abuse Rehabilitation. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 5(1), 55–62. https://doi.org/10.15294/ijcls.v5i1.25330

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.