An Examination of Islamic Legal Philosophy Regarding the Phenomenon of Domestic Neglect
Main Article Content
Abstract
Domestic neglect is a problem that runs counter to the very essence of married life. This qualitative research in the form of a literature review aims to identify cases of household neglect from the perspective of Islamic legal philosophy. This study is normative–philosophical Islamic legal research. Data obtained through documentation techniques, and data analysis includes reduction, presentation, and verification. The results of the study indicate that from the perspective of Islamic legal philosophy, cases of household neglect contradict the principles of mu‘āsyarah bi al-ma‘rūf and the purposes of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly the protection of life, offspring, and property. This study highlights the importance of the values underpinning Islamic law as the basis for a preventive approach to cases of domestic neglect.
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Al-Bayhaqī. (1344 H). Sunan al-Kubrā (Juz 7, Bab Ṭalāq, No. Hadis 15292). India: Majelis Dā’irah al-Ma‘ārif al-Niẓāmiyyah.
Adams, Kimberly. Kamus Inggris–Indonesia, Indonesia–Inggris Regular Verb Irregular Verb. Jakarta: Wahyu Media, 2006.
ath-Ṭabarī. Tafsīr ath-Ṭabarī: Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Cet. I, Juz 6. Kairo: Dār Hajr, 1422 H/2001 M.
Aulia Ranny Priyatna, dkk. (2025). Maqāṣid al-Syarī‘ah dan ketahanan keluarga berbasis komunitas: Peran Muhammadiyah dan NU di perkotaan Indonesia. JSHI: Jurnal Studi Hukum Islam, 4(1). https://doi.org/10.47902/jshi.v4i1.418
Auliya Dayu Kholifah & Siti Bahiroh. (2023). Strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kepercayaan diri korban kekerasan dalam rumah tangga. At Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 1153–1159. https://doi.org/10.51468/jpi.v5i2.310
Amalia, K., & Pradana, A. A. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan pengabaian pada lansia. Jurnal Mitra Kesehatan, 6(2). https://doi.org/10.47522/jmk.v6i2.313
Diana, Putri. (2020). Peran Badan Penasihatan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jurnal Studi Agama, 4(2), 40–64. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsa/article/view/7347
Hanapi, Agustin, & Bina Risma. (2018). Penelantaran isteri oleh suami sebagai sebab perceraian (studi kasus di Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan). Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 2(2). https://doi.org/10.22373/sjhk.v2i2.4744
Iredho Fani Reza. (2015). Efektivitas pelaksanaan ibadah dalam upaya mencapai kesehatan mental. Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 1(1), 105–115. https://doi.org/10.19109/psikis.v1i1.561
Irawan, Andrie. (2019). Batasan penelantaran rumah tangga dalam perspektif hukum kekerasan dalam rumah tangga dan hukum perkawinan Indonesia. Jurnal Hukum Responsif, 7(2), 100–109.
Jayanthi, Evi Tri. “Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Survivor yang Ditangani oleh Lembaga Sahabat Perempuan Magelang.” Jurnal Dimensia, Vol. 3, No. 2, September 2009. https://doi.org/10.21831/dimensia.v3i2.3417
Kementerian Agama Republik Indonesia. Kompilasi Hukum Islam (KHI). Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, 2018.
Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Kuwait. Ensiklopedia Fikih Kuwait. Cet. II, Juz 16. Kuwait: Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman, 2006.
Khaira, Ulfiana, Ferdy Saputra, dan T. Saifullah. “Penelantaran Rumah Tangga oleh Suami sebagai Bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum, Vol. V, No. 1, Januari 2022.
Khairullah, Cut Elidar, & Siti Sahara. (2017). Tindak pidana penelantaran dalam rumah tangga di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kualasimpang. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 12(1), 146–157. https://ejurnalunsam.id/index.php/jhsk/article/view/98
Kodai, Dince. (2018). Kajian tentang penelantaran ekonomi sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Gorontalo Law Review, 1(1), 1–13.
Kusumaningsih, Luh Putu Shanti. (2024). Kekerasan dalam rumah tangga dan kesejahteraan psikologis istri dalam perspektif Islam. Psychopolytan: Jurnal Psikologi, 7(2). https://doi.org/10.36341/psycho.v7i2.3684.
Manumpahi, Edwin, Shirley Y. V. I. Goni, dan Hendrik W. Pongoh. “Kajian Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Psikologi Anak di Desa Soakonora Kecamatan Jailolo.” Jurnal Acta Diurna, Vol. 5, No. 1, 2016.
Nelli, Jumni. (2017). Analisis tentang kewajiban nafkah keluarga dalam pemberlakuan harta bersama. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 2(1). https://doi.org/10.29240/jhi.v2i1.195.
Prastyananda, Nurbaity. (2016). Penelantaran rumah tangga (kajian hukum dan gender). Muwazah: Jurnal Gender, 8(1). https://doi.org/10.28918/muwazah.v8i1.714
Retnani, Fauziah. (2013). Pertanggungjawaban pidana suami yang menelantarkan dan melakukan kekerasan psikis terhadap istri ditinjau dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(2). http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/557
Santoso. (2016). Hakikat perkawinan menurut Undang-Undang perkawinan, hukum Islam, dan hukum adat. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 7(2), 412–434. https://doi.org/10.21043/yudisia.v7i2.2162
Setiawan, Alfiandri, Maghfirah Maghfirah. (2026). An Epistemological Review of Islamic Law on Wahbah al-Zuḥaylī's Thoughts on the Concept of Syibh al-‘Iddah for Men , AFHAMUNA: Journal of Islamic Thought: 1 (1). https://ejournal.aisliterainstitute.com/index.php/afhamuna/issue/view/1
Siahaan, Ade Yuliany, & Fitriani. (2024). Tindak pidana penelantaran rumah tangga ditinjau berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dan hukum Islam. Grondwet, 3(1), 327–337. https://doi.org/10.61863/gr.v3i1.33
Syahriad, Ahmad, dkk. (2025). Membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah di era modern berdasarkan falsafah Islam. JSHI: Jurnal Syariah Hukum Islam, 4(2), 73–81. https://doi.org/10.47902/jshi.v4i2.448
Tanya, Bernard L. Teori Hukum: Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi. Yogyakarta: Genta, 1983.
Jamiliya Susantin, dkk. (2025). Economic neglect as domestic violence: Analysis of divorce decisions from Fatima Mernissi’s Islamic feminist perspective. Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakat, 25(2), 639–654. https://doi.org/10.19109/nurani.v25i2.30116
Natalia Bueso-Izquierdo, dkk. (2025). Psychological, emotional, and neuropsychological sequelae of child victims of domestic violence: A review of the literature. Journal of Child & Adolescent Trauma. https://doi.org/10.1007/s40653-025-00746-6
Leni, et.al (2025). Kekerasan rumah tangga terhadap ibu dan anak: Kajian sistematis dan solusi multidisipliner di Indonesia. https://doi.org/10.5281/zenodo.15455609
Ekawati. (2025). Kekerasan dalam rumah tangga dalam perspektif hukum Islam dan hukum publik. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(4). https://doi.org/10.5281/zenodo.17248740
Mulyana, et.al. (2024). Pencegahan kekerasan rumah tangga oleh konselor agama perspektif maqashid syariah. Maqashid: Jurnal Hukum Islam, 15(1). https://doi.org/10.30651/mqsd.v15i1.30750
Zhang, L., et.al (2024). What factors attenuate the relationship between childhood neglect and adverse health outcomes? Examining the role of socioeconomic status, health behaviors, and the presence of a protective adult. Child Abuse & Neglect. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2024.107075