Otoritas Kelembagaan dan Otonomi Individu dalam Pemilihan Pasangan Pada Organisasi Dakwah Islam: Tinjauan Epistemologi Hukum Islam

Main Article Content

Siti Nurul fathonah
Amri Amri
Rahma Anugraheny

Abstract

The selection of leadership pairs in religious organizations raises discussions about legitimacy regarding the boundary between institutional authority and individual autonomy. This study aims to describe the authority of the leadership in the partner selection process at Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) in Kampung Ifia-Fia, Keerom Regency, and to identify its legitimacy within the epistemology of Islamic law based on the perspective of maṣlaḥah mursalah. This study employed a qualitative case study design, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The results indicate that the leadership serves as mentors, facilitators, and guides throughout premarital counseling, the ta’aruf process, the provision of recommendations, and postmarital counseling. This authority represents the public interest in safeguarding religion (ḥifẓ al-dīn) and lineage (ḥifẓ al-nasl) without negating individual autonomy to accept or reject partner recommendations. This study contributes to enriching the discourse on Islamic law regarding the relationship between institutional authority and individual autonomy in the selection of a partner within religious organizations.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Otoritas Kelembagaan dan Otonomi Individu dalam Pemilihan Pasangan Pada Organisasi Dakwah Islam: Tinjauan Epistemologi Hukum Islam . (2026). AFHAMUNA: Journal of Islamic Thought, 1(3), 305316. https://doi.org/10.66928/afhamuna.v1i3.122

References

Abdurrahman. (2010). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Akademika Pressindo.

Al-Bukhari, M. ibn I. (n.d.). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Kitāb al-Nikāḥ, Hadith No. 5090).

Al-Suyūṭī, J. (1990). Al-Asybāh wa al-Naẓā'ir. Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Syāṭibī, A. I. (2004). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī'ah (Vol. 2). Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Zuḥailī, W. (1986). Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī (Vol. 2). Dār al-Fikr.

Dkk, J. N. (2025). Karakteristik pasangan ideal dan waktu yang tepat untuk menikah. Jurnal Kajian Agama Islam, 9(6), 23–30. (Tidak memiliki DOI yang terverifikasi).

Erathon, P. A. E., Rahmatiar, Y., Abas, M., & Sanjaya, S. (2025). Perjodohan dalam perkawinan karena lanjut usia (Studi kasus Putusan Pengadilan Agama Karawang No. 662/Pdt.G/2024/PA/Krw). UNES Journal of Swara Justisia, 9(2), 269–278. https://doi.org/10.31933/madxhn70

Farih, A. (2015). Reinterpretasi maslahah sebagai metode istinbat hukum Islam. Al-Ahkam, 25(1), 43–66. https://doi.org/10.21580/ahkam.2015.25.1.193

Hakim, F. M. (2017). Kafa'ah dalam Pernikahan (Bagian 1). Tebuireng Online. (Tidak memiliki DOI).

Ibn Mājah. (n.d.). Sunan Ibn Mājah (Hadith No. 1896).

Juhariyanto, M. (2023). Konsep perjodohan perspektif pengasuh Pesantren Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki dan implikasinya terhadap pembentukan keluarga sakinah. ASA, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.58293/asa.v5i1.64

Lembaga Dakwah Islam Indonesia. (2021). Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga LDII.

Mahmudah, A. (2016). Memilih pasangan hidup dalam perspektif hadis. Diya Al-Afkar, 4(1), 89–93. https://doi.org/10.24235/diya.v5i1.886

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Rev. ed.). Remaja Rosdakarya.

Muhammad Abu Zahrah. (1958). Uṣūl al-Fiqh. Dār al-Fikr al-'Arabī.

Munir, M., & Ilaihi, W. (2006). Manajemen Dakwah. Kencana.

Muslim ibn al-Ḥajjāj. (n.d.). Ṣaḥīḥ Muslim (Kitāb al-Nikāḥ).

Muslimah, A., & colleagues. (2021). Memahami teknik pengolahan dan analisis data kualitatif. Prosiding Konferensi Nasional tentang Ekonomi dan Studi Sosial Islam, 1(1), 173–186. (Tidak memiliki DOI).

Quraish Shihab, M. (2002). Tafsir Al-Mishbah. Lentera Hati.

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Risnita, Sofwatillah, Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Journal Genta Mulia, 15(2), 79–91. (Tidak memiliki DOI).

Sholuhuddin, A. (2017). Ringkasan Hukum Pernikahan (Terjemah Kitab Ḍaw' al-Miṣbāḥ fī Bayān Aḥkām al-Nikāḥ). Pustaka Tebuireng.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Ulfah, N. M. (2015). Strategi dan manajemen dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Tugu Kota Semarang. Jurnal Ilmu Dakwah, 35(2), 207–224. https://doi.org/10.21580/jid.v35.2.1617

Wahyudinullah. (2026, February 18). Wawancara dengan Pengurus LDII Kampung Ifia-Fia Kabupaten Keerom.

Zuhri, S. (2018). Analisis hukum Islam terhadap proses perjodohan dan kriteria kafa'ah dalam perkawinan anggota LDII (Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya). http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/24924

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.